Home / Berita / KOMISIONER KPU AJAK PENYANDANG TUNARUNGU UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PEMILU

KOMISIONER KPU AJAK PENYANDANG TUNARUNGU UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PEMILU

Ngawi, kpu-ngawikab.go.id – Minggu (24/03/2019)

Hari boleh Minggu, namun penyelenggara terus bergiat sosialisasi demi suksesnya Pemilu.

Bila di hari Sabtu, Komisioner menemui warga Sekaralas Widodaren bersama Relawan Demokrasi basis marginal, berikutnya di hari Minggu, Komisioner menemui penyandang disabilitas, khususnya penyandang tuna rungu.

Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Syamsul Wathoni saat hadir dalam sosialisasi bersama anggota, Eni Nurjanah.

Acara merupakan sinergi antara Relasi Basis Disabilitas dengan GERKATIN Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia wilayah Kabupaten Ngawi serta PPDI Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia.

Dalam pertemuan ini,  Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Syamsul Wathoni menghimbau agar hadirin menyoblos pada tanggal 17 April 2019. Dimana nantinya memilih dengan 5 surat suara. Capres cawapres, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi Jawa Timur serta DPRD Kabupaten Ngawi.

“Terkait syarat memilih, wajib memiliki KTP elektronik. Apabila belum, kami menganjurkan untuk segera mengurus ke Dispendukcapil Kabupaten Ngawi. Untuk itu, mohon relawan membantu teman teman ini, untuk mengecek di laman lindungi hak pilih, agar diketahui apakah namanya terdaftar pada DPT atau belum.” himbau Pak Toni, yang juga diterjemahkan dengan bahasa isyarat oleh petugas dari Gerkatin,  sehingga mudah dipahami peserta yang merupakan penyandang tuna rungu.

Ketua KPU menjelaskan, jika tidak masuk DPT, maka waktu memilih adalah jam 12 sampai 13.00 wib.

Sedangkan bagi yang pindah memilih ke luar kota, misal Surabaya, maka harus mengurus pindah memilih. Untuk itu bisa ke KPU Ngawi. Dan akan menerima formulir A5, untuk dipergunakan memilih di kota tujuan, misal Surabaya tadi.

Namun jika pindah memilih, maka tidak bisa memilih dengan 5 suara. Memilihnya,  sesuai Dapil Pemilu.   “Jadi, jika warga asli Ngawi lalu ke Surabaya, ya hanya bisa memilih Capres Cawapres dan DPD” jelasnya.

Relawan Demokrasi saat menjelaskan Warna Surat suara dan ajakan mencoblos pada 17 April 2019.

Syamsul Wathoni juga menyampaikan, bahwa KPU akan memberi kemudahan kepada penyandang difabel. termasuk memberikan template braile untuk pemilih yang menyandang tuna netra.

Adapun ntuk melihat calonnya siapa, bisa dilihat di website, spanduk di jalan, iklan tv, serta debat di televisi.

Pihaknya juga menghimbau para calon pemilih, untuk memilih sesuai hati nurani. Jangan memilih karena diberi uang, karena hal seerti ini bukan sesuatu yang bagus untuk negeri ini.

Kegiatan sosialisasi bertempat di salah satu gedung SLB Ngawi. Selain Ketua KPU ngawi, Komisioner yang membidangi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Eni Nurjanah juga hadir bersama staf bidang partisipasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Relawan Demokrasi Basis Disabilitas memandu kegiatan sosialisasi. Peserta antusias dalam mengikuti sosialisasi.  Ini tampak dari mimik wajah mereka saat menyimak penyampaian materi, maupun pertanyaan yang diajukan dengan bahasa isyarat.  (dav)

Check Also

KERJA MARATHON BARENG KPU NGAWI, INI KOMENTAR OPERATOR SITUNG

Ngawi, www.kpu-ngawikab.go.id, Jumat (10/5/2019) – Keberadaan Aplikasi SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan Suara) pada pemilu 2019, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *