Home / Catatan Kecil / INTEGRITAS ADALAH MARWAH PENYELENGGARA PEMILU

INTEGRITAS ADALAH MARWAH PENYELENGGARA PEMILU

Catatan kecil

Integritas & Netralitas  marwah Penyelenggara Pemilu  (Keterangan Foto : Salah satu kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan KPU Kabupaten Ngawi yang diikuti berbagai elemen dalam masyarakat. Jajaran KPU dan sekretariat, Parpol, Bawaslu/Panwascam, PPK, Instansi terkait, serta masyarakat umum)

www.kpu-ngawikab.go.id – Intregritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsisten dalam tindakan, nilai dan prinsip. Berintregritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Berbincang dalam hal pemilihan atau pemilu, maka intregitas merupakan keharusan bagi penyelenggara pemilihan. Terlebih dalam menjalankan berbagai tahapan..

Selain itu juga ada sikap penting sebagai penyelenggara. Diantaranya adalah netralitas. Sikap netral merupakan bagian terpenting dalam menjaga integritas penyelenggara. Integritas merupakan marwah dan harga diri yang harus selalu dijunjung  tinggi. Keyakinan masyarakat terhadap kualitas pemilu menjadi tolak ukur kesuksesan suatu proses demokrasi.

Dimasa Kampanye seperti ini, netralitas dan integritas sebagai penyelenggara sangat dibutuhkan. Kampanye dimana menjadi masa untuk  menawarkan visi, misi, dan program Pasangan Calon dan/atau informasi lainnya, yang bertujuan mengenalkan atau meyakinkan Pemilih.  Terlebih saat itu, setiap  calon atau tim kampanye bekerja semaksimal mungkin bahkan dengan berbagai cara dan gaya, untuk  meyakinkan dan memberi harapan pada masyarakat pemilih.

Masyarakat sangat menaruh harapan yang sangat besar kepada penyenggara dalam menyelenggarakan pemilihan umum. Lebih jauh, keberadaan dan kualitas Penyelenggara mulai dari KPPS, PPS, PPK, hingga KPU menjadi hal yang penting. Secara nasional, akan menjadi taruhan harga diri bangsa dimata internasiona. Teringat kata ketua KPU Kabupaten Ngawi Syamsul Wathoni, S.H.i, M.Si agar penyelenggara Jangan main-main dengan amanat. Terlebih biaya pemilu ini sangat mahal dan ini uang rakyat. Maka jangan sia – siakan amanat untuk kita sebagai penyelenggara. Biarkanlah meskipun kecil, ada goresan nama kita, atau peran kita dalam cacatan sejarah perjalanan demokrasi Indonesia, untuk kemajuan demokrasi anak cucu dan bangsa.

ditulis oleh Januri (PPK Pangkur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *