Home / Berita / Dibalik Gelar Seni Budaya Mataraman : TAMPILKAN FRAGMEN PILGUB 2018 MELALUI SENI DONGKREK

Dibalik Gelar Seni Budaya Mataraman : TAMPILKAN FRAGMEN PILGUB 2018 MELALUI SENI DONGKREK

Ngawi, www.kpu-ngawikab.go.id – Sosialisasi menjadi bagian penting setiap tahapan. Gelar Seni Budaya Mataraman menjadi pilihan yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat. Menilik kembali kegiatan yang digelar KPU Jatim pada Jumat 16 Maret 2018, ada sesi yang menarik, yaitu saat penampilan Seni Dongkrek asal Kabupaten Madiun.

Sedikit tentang Seni Dongkrek, secara sederhana adalah seni yang menyuguhkan bunyi “dung” berasal dari bedug dan “krek” dari alat musik yang disebut korek. Alat musik yang disebut korek ini berupa kayu berbentuk bujur sangkar, di satu sisinya ada tangkai kayu bergerigi yang bila bergesekan menimbulkan bunyi “krek krek”. Iringan seni dongkrek memang telah mengalami perkembangan, dimana adanya alat musik lainnya seperti kempul, gong kempul, kenong, gong,  kentongan dan kendang. Sementara itu, setiap pementasan dongkrek, menggunakan tiga jenis topeng yakni topeng raksasa atau dalam bahasa jawa disebut  Banaspasti,  topeng  perempuan,  serta topeng orang tua. Topeng Banaspati melambangkan kejahatan, sedangkan sosok tua melambangkan kebaikan.

“MEMBUAT KERUSUHAN”   Fragmen Dongkrek, saat  Banaspati (Buto) membuat kerusuhan di masayarakat pada masa Pilgub

Dalam pementasan Jumat sore (16/03/2018) selepas ashar, seni dongkrek menampilkan fragmen pilgub 2018. Diawal penampilan, ada adegan dimana beberapa raksasa merencanakan  membuat kerusuhan di tengah masyarakat dimasa pilgub. Berikutnya mereka membuat onar, dengan  mengganggu masyarakat. Dalam adegan ini sosok perempuan diganggu sehingga menimbulkan kericuhan.

“ADU KEKUATAN” Para Banaspati (Buto) saat melawan kakek Tua Lambang Kebaikan

Pada penampilan berikutnya,  datang sosok seorang kakek yang  meminta para raksasa atau buto untuk menghentikan kerusuhan. Namun, karena tidak menggubris, lalu terjadi pertempuran sengit. Diakhir cerita, kakek tua berhasil mengalahkan para buto/raksasa.  Dengan hilangnya kerusuhan, maka tercipta situasi kondusif untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur  2018.

Berpose di akhir cerita Fragmen Dongkrek

Penampilan fragmen seni dongkrek ini selain disaksikan oleh masyarakat Ngawi, juga disaksikan oleh Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro (Divisi SDM dan Parmas),  Ketua KPU Kabupaten Ngawi Syamsul Wathoni, beserta Eni Nurjanah yang juga Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat. (bim)

Check Also

KPU KABUPATEN NGAWI LAKSANAKAN SORTIR DAN PELIPATAN SURAT SUARA

Ngawi, www.kpu-ngawikab.go.id – Cerahnya udara Kota Ngawi pada Selasa pagi (22/05/18), menjadi awal hari pelaksanaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *