Home / Berita / BERTEMU PENYANDANG DIFABEL, PAK TONI INGATKAN KEMBALI TENTANG AZAZ PEMILU LUBER JURDIL

BERTEMU PENYANDANG DIFABEL, PAK TONI INGATKAN KEMBALI TENTANG AZAZ PEMILU LUBER JURDIL

Kasreman, kpu-ngawikab.go.id –  Minggu (10/02/2019) Panitia Pemilihan Kecamatan PPK Kasreman mendampingi Ketua KPU Kabupaten Ngawi dalam monitoring kegiatan sosialisasi oleh Relawan Demokrasi di Desa Kiyonten Dusun Pablengan. Kegiatan juga dihadiri Camat serta Danramil Kasreman, hingga PPS Kiyonten.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi kepada sasaran khusus. Dalam hal ini adalah  pemilih penyandang difabel. PPK Kasreman menyambut baik kegiatan tersebut, guna memaksimalkan penyaluran hak pilih bagi warga diwilayahnya. Demikian disampaikan oleh Agung Bowo  PPK yang membidangi Sosiasisasi.

Camat Kasreman mengapresiasi sangat positif, dengan di adakannya sosialisasi kepada warga penyandangan disabilitas. Lebih lanjut pihaknya  berharap supaya masyarakat Kasreman bisa mengunakan hak haknya sebagai warga negara. Apapun latar belakang serta keterbatasan yang dimiliki. Karena hak memilih merupakan hak warga yang diatur dalam Undang-undang.

Sementara itu, Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni mengajak warga yang hadir, untuk mengerti pentingnya pemilu. Karena pemilu merupakan wujud pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat, di negara yang menganut demokrasi. Bagiamana pelaksanaan penyaluran suara dengan Pemilu, telah diamanahkan dengan Azaz Pemilu,  Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil. Menurutnya, asas Pemilu “luber” dianut di Indonesia ketika pemilu di era orde baru, sedangkan pada pemilu era reformasi, asas  disempurnakan dengan “luber jurdil”.

Sekilas penjelasan Pak Toni adalah pengertian “luber jurdil”. Pertama Langsung. Dimana pemilih harus memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan.  Umum, bahwa Pemilu diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak memilih. Sedangkan Bebas, mencerminkan pentingnya  kebebasan tanpa paksaan dalam memilih dan memberikan suara. Selain itu, suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia, dimana hanya diketahui oleh si pemilih itu sendiri ini terangkum dalam azaz Rahasia.

Jujur  mensyaratkan pelaksanaan Pemilu harus sesuai aturan, dan semua pihak yang berkaitan di dalam pemilu dapat berbuat jujur tanpa ada kecurangan.   Sedangkan Adil, mengharuskan perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, dan tanpa ada pengistimewaan kepada siapapun, terlebih peserta Pemilu.

Kegiatan Sosialisasi kepada kaum difabel, dilaksanakan oleh relawan demokrasi dengan basis disabilitas. Dalam melaksanakan kegiatannya bersinergi dengan penyelenggara di wilayah masing-masing, dalam hal ini PPK dan PPS. (bowo)

Check Also

KERJA MARATHON BARENG KPU NGAWI, INI KOMENTAR OPERATOR SITUNG

Ngawi, www.kpu-ngawikab.go.id, Jumat (10/5/2019) – Keberadaan Aplikasi SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan Suara) pada pemilu 2019, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *